Bayi Maut Selepas 2 Kali Jatuh Katil, Ibu Ayah TOLONG Alert Keselamatan Anak!

Bayi Maut Selepas 2 Kali Jatuh Katil, Ibu Ayah TOLONG Alert Keselamatan Anak!

Parents, jangan anggap jika bayi terjatuh dan tak menangis ertinya mereka tak tercedera...

Bayi terjatuh dari tempat tidur mungkin perkara biasa bagi sebahagian para ibu bapa. Banyak bayi yang tetap baik-baik saja setelah jatuh dari tempat tidur.

Sebaiknya ibu bapa harus tetap berwaspada jangan sampai bayi anda jatuh. Apalagi jika dia jatuh dua kali dalam sehari seperti kes yang terjadi di Malaysia berikut ini.

Bayi terjatuh dari tempat tidur 

Mulanya Tina Rudaie, seorang ibu, sedang berada di toilet sekitar pukul 7 pagi ketika dia mendengar bunyi keras.

Ibu ini bergegas ke kamar dan melihat putra bungsunya yang berumur satu tahun jatuh dari tempat tidur yang tingginya sekitar setengah meter dari lantai, dengan kedudukan kepala belakang membentur lantai.

Tina tidak begitu risau kerana anaknya tidak menangis dan tetap tersenyum. Tina periksa kepala Didi dan tak melihat ada luka.

Sekitar tiga jam kemudian, Didi, panggilan kesayangannya, jatuh lagi dari tempat tidur. Kali ini ternampak keningnya bengkak akibat terhantuk. Sayangnya Tina masih tak begitu khuatir akan keadaan anaknya.

Sepanjang hari itu Didi juga tampak normal. Didi makan, tidur dan bermain seperti biasa.

Namun esok paginya, Muhammad Zafullah Lim, nama lengkap Didi, meninggal di atas tempat tidurnya.

“Saya bangun sekitar pukul 6 dan menemukan dia tak bernafas dan tak bergerak,” kata Tina. “Saya memanggil-manggil membangunkannya, namun tak ada respon.”

Saat itu mata bayi malang ini setengah terbuka, tangannya pucat dan dingin. Tina lantas meminta anak tertuanya untuk memanggil suaminya yang sedang bekerja ketika itu.

Mereka juga langsung memanggil ambulans dan membawa anaknya ke rumah sakit. Doktor berusaha menyelamatkannya, namun sia-sia.

Ayahnya, seorang pekerja lepas pantai, memang tidak berada di rumah beberapa hari. “Saya tak dapat melihatnya untuk terkahir kali. Saya melihatnya saat sudah di rumah sakit,” kata ayahnya, Lim Phan Jang.

Tinggal kenangan bayi jatuh katil

Ibu bapa Didi sudah membelikan pakaian baru untuk hari raya saat peristiwa ini terjadi.

Tina mengatakan Didi adalah anak hiperaktif yang suka ‘membenturkan kepalanya ke dinding. Beliau juga suka kacau kakaknya yang berusia 2.5 tahun.

“Setiap malam sebelum tidur saya melihatnya, menciumnya. Kini saya tak dapat melakukannya lagi,” kenang Tina.

Dia juga mengatakan Didi mengalami cirit-birit, muntah dan batuk seminggu sebelum kepergiannya. “Saya ingin membawanya ke doktor pagi itu, tapi saya terlambat.”

Selanjutnya, bagaimana menjaga bayi agar tidak jatuh?

Sejak lahir hingga minimal satu tahun adalah masa rentan bayi jatuh dari tempat tidur. Ibu bapa harus lah berhati-hati, menjaga bayi dalam setiap masa perkembangannya.

1. Gunakan katil bayi yang selamat dan nyaman

Bayi 0-3 bulan  memang belum boleh banyak bergerak. Jika anda terpaksa harus meninggalkan bayi sebentar, taruh bayi dalam katil bayi yang biasanya dikelilingi oleh pagar pelindung.

Pastikan bayi nyaman dan selamat dari himpitan bantal atau selimut apabila anda meninggalkannya.

2. Letakkan bayi di tengah katil

Ketika berusia lebih dari tiga bulan, gerakan bayi lebih intensif. Beberapa bayi sudah boleh mengangkat kepala dan mula memiringkan badannya.

Pada masa ini mungkin anda mula jarang meletakkannya di katil bayi. Agar selamat, selalu letakkan bayi anda di tengah katil agar tidak jatuh.

3. Beri pengaman, misalnya dengan bantal

Usia 6 bulan ke atas atau saat bayi sudah mula tengkurap bolak balik atau bahkan bisa duduk, jangan tinggalkan bayi anda tanpa pengaman di setiap sisi ranjang meskipun dia sedang terlelap.

Anda tak tahu kapan bayi bangun dan kita tak bisa memprediksi kemampuan bayi mengeksplor lingkungannya.

Bayi bisa saja tiba-tiba bangun tanpa menangis dan mencoba untuk turun dari ranjang. Jika dihalangi bantal, mungkin akan menangis karena kesal. Ini bisa jadi tanda bagi orangtua untuk segera melihat bayinya.

Bisa juga dengan melepas besi ranjang dan membiarkan springbed berada di lantai. Jika bayi Anda sudah bisa merangkak, dia akan lebih mudah belajar naik dan turun kasur.

4. Selalu alas lantai dengan katil/bantal tipis atau permaidani tebal

Ini untuk menjangka kemungkinan buruk yang boleh sahaja terjadi pada bayi. Jadi jikalau bayi terjatuh, bayi tidak langsung terhantuk lantai yang keras atau licin.

Bagaimana jika bayi jatuh dari tempat tidur?

Bayi yang menangis saat jatuh lebih baik daripada yang diam sahaja. Bayi menangis bererti fungsi saraf bayi masih bekerja.

Jika bayi anda masih minum ASI, segera berikan ASI untuk menenangkan dan membuatnya nyaman kembali. Segera bawa bayi anda ke doktor jika didapati luka, lebam atau bengkak, terutama di kepala.

Jika tidak terdapat luka, tetap perhatikan keadaan bayi minimal tiga hari setelah jatuh. Jika bayi demam, terlihat pucat, muntah atau pingsan, segera bawa ke doktor. Jangan sampai anda terlambat dan menyesal belakangan.

Sumber: Asia One

Peringatan: Anda tidak dibenarkan menyiar artikel ini di mana-mana laman web atau status Facebook yang lain, tanpa pemberian kredit dan pautan yang tepat lagi berfungsi pada artikel asal di laman theAsianparent Malaysia

Baca juga 

Jangan beli katil baby sebelum anda semak 5 tip berguna ini, semuanya demi keselamatan anak!

Ada isu keibubapaan yang buat anda risau? Jom baca artikel atau tanya dan dapat terus jawapan dalam app theAsianparent kami! Download theAsianparent Community di iOS dan Android sekarang!

Penulis

A.Maya.TM

app info
get app banner